28 Desember 2007

Angkot Way

Angkot Way

Angkot adalah kendaraan umum minibus dengan kapasitas tiga penumpang di depan termasuk supir, sepuluh penumpang di belakang yang duduk berhadapan. Rambu Angkot Way pada foto di atas terletak di jalan HOS Cokroaminoto, ke arah Pasar Cikarang (lama), dan sepertinya meniru Jalur Bus Way di Jakarta :)

Sekitar setahun yang lalu, pemerintah setempat pernah membuat beton pemisah jalur untuk 'Angkot Way', tapi pada hari Selasa yang lalu saya sudah tidak melihatnya lagi, sepertinya beton pemisah jalur tersebut dibongkar bersamaan dengan perbaikan jalan dan mungkin dianggap tidak cukup efektif untuk mengatur Angkot ....

23 Desember 2007

Your Mother

Bunga di Ciwidey

Sekitar dua bulan yang lalu kami mendapatkan CD lagu anak-anak di sebuah toko di Serpong. Album CD tersebut berjudul "I Look, I See" yang merupakan karya Yusuf Islam, Friends & Children. Selain lagu tulisan Yusuf Islam ada juga beberapa lagu yang sudah dikenal di tanah air, seperti Tala'a Al-Badru 'Alayna. Salah satu lagu yang syairnya bagus adalah lagu "Your Mother" seperti berikut:

Your Mother

Who should I give my love to?
My respect and my honour to?
Who should I pay good mind to - after Allah
And Rasul-Allah?
Comes your mother,
Who next,Your mother,
Who next? Your mother,
And then your father

Cause who used to hold you
And clean you and clothe you?
Who used to feed you
And always be with you?
When you were sick,stay up all night
Holding you tight?
That's right no other, my mother

Who should I take good care of,
Giving all my love?
Who should I think the most of - after Allah
And Rasul-Allah?
Comes your mother,
Who next,Your mother,
Who next? Your mother,
And then your father

Cause who used to hear you
Before we could talk?
Who used to hold you
Before you could walk?
And when you fell, who'd pick you up?
Clean you cut?
No one but,your mother,my mother

Who should I stay right close to?
Listen most to?
Never say no to - after Allah
And Rasul-Allah?
Comes your mother,
Who next,Your mother,
Who next? Your mother,
And then your father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes?
Comb your hair and blow your nose?
And when you cried who wiped your tears?
Knows your fears? Who really cares?
My mother

Say al-hamdu li-Allah
Thank you Allah
Thank you Allah for my mother

(Lagu "Your Mother" ditulis oleh Yusuf Islam dalam album I Look, I See )

16 Desember 2007

Khutbah Jum'ah 14-12-2007

Bulan Purnama di Serpong

"Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.
" (60:6)

Saya mengikuti shalat Jum'ah di Masjid Iqra' Jatiluhur dan yang menjadi khatib ustadz Zainuddin yang menyampaikan topik tentang haji dan teladan Nabi Ibrahim 'Alaihi Salam (as) dan keluarganya. Di Al-Qur-an dinyatakan bila pada Nabi Ibrahim as ada contoh yang baik.

Nabi Ibrahim as dan umatnya telah melampaui beberapa ujian Allah SWT yang berat, diantaranya:
  • Nabi Ibrahim as berkonfrontasi dengan raja Namrudz yang zalim dengan menghancurkan patung-patung berhala sehingga Nabi Ibrahim as dihukum dengan dibakar, namun dengan pertolonganNya api tersebut menjadi dingin.
  • Nabi Ibrahim as mendapat perintah untuk meninggalkan istri beliau Siti Hajar dan putra beliau Nabi Ismail as yang masih bayi di kota Mekah yang tandus tanpa bekal makanan dan minuman yang cukup. Menurut riwayat, sumber mata air zam-zam muncul pertama kalinya setelah Siti Hajar dan Nabi Ismail as berusaha mencari air minum.
  • Nabi Ibrahim as mendapat perintah untuk menyembelih putra beliau Nabi Ismail as yang kemudian oleh Allah SWT diganti menjadi menyembelih seekor kambing.
Khatib Jum'ah juga menyampaikan bila Nabi Ibrahim as mempunyai gelar Khalilullah yang berarti kekasih Allah karena telah melampaui ujian yang sangat berat, seperti tertulis pada Al-Qur'an:

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya." (4:125)

Wallahua'lam...

8 Desember 2007

Radio

Menikmati hangatnya matahari pagi di Sunda Kelapa

Biasanya saya mendengarkan radio di mobil pada saat berangkat kerja dan pulang, namun semenjak pindah ke kantor yang baru kebiasan tersebut sudah jarang dilakukan. Alhamdulillah kantor yang baru lebih dekat dari rumah dan ada bus antar-jemput karyawan.

Beberapa hari yang lalu saya mencari radio untuk di rumah yang ringkas,bisa pakai baterai dan tenaga listrik PLN. Setelah mencari di beberapa toko di sekitar Serpong, akhirnya diperoleh sebuah radio tape empat band seharga dua ratus dua puluh ribu rupiah. Alhamdulillah penerimaan gelombang dan suaranya bagus, jadi sebelum berangkat kerja bisa sambil mendengarkan Kuliah Subuh di radio .... mudah-mudahan radio ini bisa jadi alat untuk pembelajaran. Amiin

1 Desember 2007

Jumpa Penulis

Ayat Ayat Cinta

Sore tadi saya bersama istri ke Toko Buku Gramedia di Bintaro Plaza untuk menghadiri acara Bedah Buku "Ketika Cinta Bertasbih, Episode 2". Acara ini menghadirkan sang penulis buku Habiburrahman El Shirazy. Salah satu bukunya sangat laris di tanah air, "Ayat Ayat Cinta". Habiburrahman termasuk sangat produktif menghasilkan karyanya, namun hingga hari ini saya belum pernah membaca karyanya, baru melihat-lihat saja...

Ada yang menarik pada acara bedah buku tadi sore, Habiburrahman membuka acara dengan mengajukan pertanyaan kepada hadirin, sudahkah anda tersenyum ? Tersenyumlah, karena hal tersebut membahagiakan ...

Be Constructive

Anak Pasar Ikan

It is not enough to attack and to prove the other party wrong. This negative type of thinking is far too common. There are times when it has a value, but that value is very limited. Start out trying to be constructive and to take things further.


Dikutip dari buku "Teach Your Child How To Think" tulisan Edward de Bono, halaman 71

Buku ini masih belum selesai dibaca ... mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. Aamiin

24 November 2007

Khutbah Jum'ah 23-11-2007

Pagi Hari di Pangalengan

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah"
Al-Baqarah (2:196)

Khatib Jum'ah di kantor yang bertugas pada tanggal 23-11-2007 yang lalu Pak Ustadz Hari Mustafa. Beliau menyampaikan tafsir Al-Maraghi tentang ayat tersebut: Sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah, bukan karena siapa-siapa, tetapi memenuhi undangan Allah. Selanjutnya Pak ustadz juga menyampaikan untuk menjaga sopan-santun selama beribadah haji dengan mempelajari manasik haji.

Sebelum dan sesudah berhaji menjadi haji mabrur. Maksud dari sebelum berhaji sudah mabrur, amal salih seorang calon haji dimulai sebelum keberangkatan haji dan sesudah pulang berhaji memantapkan dan meneruskan amal salih tersebut.

Tidak ada keharusan menghafalkan do'a saat thawaf dan sa'i. Bacalah do'a apa saja yang hafal, bila tidak hafal apa yang disunnahkan.

Mudah-mudahan bermanfaat ....Aamiin.

Thawaf

Menjemput rizqi di Sunda Kelapa

Menjelang keberangkatan calon jama'ah haji biasanya dilakukan acara pelepasan yang dinamakan dengan walimatussafar. Pekan lalu saya menghadiri acara tersebut di Masjid Al-Hakim yang diisi tausiyah oleh ustadz M. Hafidz.

Pak ustadz menyampaikan bahwa pergi berhaji harus dengan niat ikhlash dan pengetahuan cara beribadah yang benar. Salah satu contohnya, untuk melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah, pada buku panduan Depag dicantumkan do'a yang panjang untuk tiap putaran. Do'a tersebut hukumnya sunnah, namun pernah ada jama'ah haji yang memaksakan untuk membaca buku panduan tersebut sambil berthawaf saat Masjidil Haram sedang padat. Pak ustadz menyampaikan bila intisari bacaan thawaf adalah tasbih dan istighfar, maka bacalah apa yang mudah dihafal. Saat thawaf ingatlah kembali dosa-dosa lama yang sudah tertutup dan disimpan rapi yang mungkin tidak ada orang lain yang tahu, bukalah kembali semua 'file' dosa-dosa lama tersebut, ungkapkanlah istighfar dengan bahasa yang paling mudah dipahami oleh nurani seperti misalnya " Aku datang dari jauh ...Aku mohon ampun Ya Allah ...."

18 November 2007

Khutbah Jum'at 16-11-2007

Bunga di Dusun Kunjani

"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at)." (Al-A'raf 7:16-17)

Khutbah Jum'at disampaikan oleh Pak Ustadz Mujayin tentang cara menanggulangi makar setan. Ibnu 'Abbas seorang ahli tafsir pada jaman sahabat mengatakan tentang ayat Al-Qur'an di atas : iblis berusaha menggelincirkan manusia dengan dengan berbagai godaan,

maksud menggoda dari arah depan - memasukkan keraguan pada hari akhir,
maksud menggoda dari arah belakang - cinta berlebihan pada dunia,
maksud menggoda dari arah kanan - malas beribadah dan menuntut ilmu,
maksud menggoda dari arah kiri - gemar bermaksiat.

Khatib Jum'ah menyampaikan beberapa cara untuk melawan iblis, diantaranya
1. Ikhlas - iblis tidak bisa mengganggu orang yang ikhlas.
2. Membaca Al-Qur'an dan berdzikir.
3. Hidup berjama'ah - serigala menyerang ternak yang terpisah dari kelompoknya.
4. Menggiatkan da'wah Islam.

17 November 2007

Be Humble

Anak Pasar Ikan

'Always be humble - arrogance is the mark of a poor thinker'

It is not always easy to be humble when the people around you are prejudiced, blind, limited in their view and plainly wrong. But you should make the effort within your own thinking. Consider that your own thinking may be wrong or incomplete or only one view of things.

Dikutip dari buku " Teach Your Child How To Think", tulisan Edward de Bono, halaman 71

Buku ini belum selesai dibaca ... mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. Aamiin

10 November 2007

Khutbah Jum'at 9 Nov 2007

Sekolah Alam Jurank Doank

Saya tidak mencatat nama khatib yang bertugas kemarin di kantor. Berikut ini ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan.

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." ( Asy Syams 91:9-10 )

"Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga `Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)." (ThaaHaa 20:75-76)

Syair Abu Nawas (3)

Bunga dan Lebah di halaman

Bulan lalu saya pernah berusaha mencari album audio Raihan "Koleksi Nasyid Terbaik" yang ada lagu I'tiraf, setelah menanyakan ke sejumlah toko di Serpong, Jakarta Selatan hingga Cikarang :) belum ketemu juga, yang tersedia di toko-toko dan hypermarket album "Koleksi Nasyid Terbaik" versi VCD. Saya sempat meminta tolong pada saudara yang sedang bertugas di Malaysia untuk mendapatkannya. Kebetulan teman dan saudara saya ada keperluan ke Jakarta pada hari Ahad lalu dan yang mengejutkan album Raihan diberikan sebagai hadiah pada saya - alhamdulillah ! Mudah-mudahan Allah SWT membalas dengan lebih banyak dan lebih baik lagi. Album tersebut berjudul "Koleksi Abadi" Raihan yang terdiri dari 2 buah CD dan 1 VCD, dikemas dalam sampul berwarna-warni.

Pekan lalu saya melihat bila album audio Raihan "Koleksi Nasyid Terbaik" mulai dijual di sebuah hypermarket di Serpong, namun alhamdulillah saya sekarang sudah dapat album yang lebih lengkap.

Berikut ini syair I'tiraf (Syair Abu Nawas) dalam bahasa Melayu yang dibawakan oleh Raihan:

Wahai Tuhan... Ku tak layak ke surgaMu
Namun tak pula aku sanggup ke nerakaMu

Ampunkan dosaku, terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar

Dosa-dosaku bagaikan pepasir di pantai
Dengan rahmatMu, ampunkan daku... Oh Tuhanku

Wahai Tuhan... selamatkan kami ini
Dari segala kejahatan dan kecelakaan

Kami takut, kami harap kepada Mu
Suburkanlah cinta kami kepada Mu

Kamilah hamba yang mengharap belas dari Mu

3 November 2007

Menyikapi Musibah

Bunga di Pangalengan setelah hujan lebat

Pekan lalu saya berjumpa dengan teman-teman SMA dalam acara silaturahmi. Saya dan istri sempat bertemu dengan seorang teman yang baru mengalami mushibah.

Teman saya pada bulan Juli yang lalu kehilangan putra pertamanya yang duduk di kelas 3 SMP pada suatu kecelakaan lalu lintas. Sekitar dua setengah bulan kemudian, pada bulan Ramadhan, teman saya diberi mushibah yang lain, rumahnya habis terbakar. Saat itu jalan menuju rumahnya yang berada di daerah Pondok Gede sedang diperbaiki, sehingga tidak memungkinkan mobil pemadam kebakaran untuk tiba dengan cepat dan rumah teman saya tersebut tidak diasuransikan.

Teman saya sudah berhenti bekerja sejak kelahiran anaknya yang kedua, bersama suaminya berwiraswasta dan salah satu bidang usahanya membuka usaha menjahit dan busana muslimah.

Saya dan istri sempat berbincang cukup lama dengannya, berikut ini beberapa hikmah berharga yang bisa dipetik dari beliau:

*Semua ni'mat Allah bila ingin diambil dapat dilakukan dalam sekejap.
Teman saya telah mengalami cobaan yang demikian berat saat sang putra dipanggil secara tiba-tiba oleh Allah SWT dan menyaksikan harta yang dikumpulkan bertahun-tahun habis terbakar dalam waktu satu jam saja.

*Kehilangan anggota keluarga terasa jauh lebih berat daripada kehilangan harta.
Harta insya Allah bisa dicari kembali namun kehilangan putra tidaklah demikian.

*Teman-teman adalah harta yang amat terasa nilainya pada saat mengalami musibah.
Pada saat mushibah, dukungan dan do'a teman-teman sangat membantu meringankan beban yang ditanggung.

Mudah-mudahan teman saya selalu diberikan kesabaran dan bimbingan dari Allah SWT .... Amiin.

27 Oktober 2007

Keyakinan dan Ikhtiar

Tukang Reparasi Jam Keliling

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar ceramah radio tentang keyakinan dan ikhtiar. Ilustrasi yang diberikan penceramah adalah tentang rangkaian kisah Nabi Ibrahim AS saat harus meninggalkan istri Siti Hajar dan putra beliau yang masih bayi Nabi Ismai'il AS di tanah Mekah yang tandus.

Nabi Ibrahim AS mempunyai keyakinan yang sangat kuat akan jaminan Allah SWT bahwa istri dan putra beliau yang masih bayi akan dikaruniai rizqi yang cukup, namun keyakinan tersebut tidak menghalangi Siti Hajar untuk berikhtiar sekuat mungkin dalam menjemput rizqi Allah SWT. Saat putra beliau kehausan, Siti Hajar berlari antara bukit Safa dan Marwah hingga 7 kali untuk mencari air. Menurut riwayat, Nabi Ismail AS yang saat itu masih bayi memukul-mukulkan kaki beliau ke tanah sebagai bentuk ikhtiar, hingga keluar sumber mata air yang sangat jernih.

Sumber mata air di Mekah itu hingga kini tetap mengalir dan dinamakan air zam-zam... dan berlari antara bukit Shafa dan Marwah hingga 7 kali seperti yang dilakukan Siti Hajar merupakan bagian ibadah haji.

Mudah-mudahan bermanfa'at ...

Boiled Frog Syndrome

Ruang Duduk di Dusun Kunjani

Saya mengenal istilah boiled frog syndrome saat membaca buku tentang Jack Welch yang dipinjam dari perpustakaan kantor. Jack menggunakan ungkapan tersebut untuk orang atau organisasi yang tidak mengantisipasi perubahan dengan cepat.

Dari mana asalnya istilah boiled frog syndrome? istilah ini diperoleh dari literatur abad 19 tentang suatu eksperimen pada katak. Literatur tersebut menunjukkan bila seekor katak diletakkan di panci dan di beri air dingin, kemudian dipanaskan perlahan, maka katak tidak bergerak karena tidak menyadari adanya peningkatan suhu air dan akhirnya mati.

Perumpamaan boiled frog tersebut dipakai hingga kini untuk bermacam keperluan seperti : kebijakan pemerintah yang meningkatkan otoritasnya perlahan-lahan sehingga masyarakat tidak menyadarinya; hingga pada isu pemanasan global baru-baru ini.

Pesan yang mungkin ingin disampaikan Jack Welch tentang perubahan perusahaan dengan menggunakan perumpamaan boiled frog syndrome: lakukan perubahan seawal mungkin pada organisasi dengan rasa sakit yang dianggap minimum.

Apakah hasil eksperimen katak direbus tersebut secara ilmiah benar ?
Ada beberapa lembaga ilmiah yang membuktikan bila laporan literatur abad ke 19 tentang boiled frog sama sekali tidak benar: katak akan segera melompat begitu diletakkan di panci ... :)

Mungkin hikmah yang bisa dipetik adalah menyadari perubahan lingkungan sekitar dan bereaksi dengan tepat .... Wallahu'alam.

20 Oktober 2007

Syair Abu Nawas (2)

Bunga di halaman

Pada Ramadhan lalu saya mendengar di sebuah mesjid dilantunkan sebuah syair dengan irama yang saya kenal, ternyata syair Abu Nawas ( Al I’tiraf ) dalam bahasa Sunda, syair tersebut dibacakan oleh imam yang merangkap sebagai muadzin sekaligus petugas kebersihan di masjid tersebut. Saya kurang mengerti Bahasa Sunda dan minta tolong untuk menuliskan syair tersebut di secarik kertas, nah berikut ini syairnya …

Punten ka Gusti abdi sanes ahli surga
Namun te kiat nahan panas naraka
Mugi Gusti kersa maparinan taubat

Ngahampura dosa abdi anu lepat


Di Internet ada beberapa terjemahan syair tersebut dalam Bahasa Indonesia, diantaranya :

Ya Allah, saya bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu
Tidak juga saya mampu akan siksa api nerakaMu
Berilah hambaMu ini ampunan dan hapuskanlah dosa-dosaku

Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun Yang Maha Agung

Dosa-dosaku bak butiran pasir dipantai
Anugrahilah ampunanMu wahai Yang Maha Agung

Umurku berkurang setiap hari
sedang dosa-dosaku terus bertambah
Ya Allah, hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu
mengakui dosa-dosanya dan memohon padaMu

Ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan
Bila Kau campakkan aku, kepada siapa dan kemana aku mesti berharap selain dariMu?


Terjemahan ini disalin atas seijin pemilik blog Dadan Adrian.

Beberapa penyanyi sudah menyanyikan Al’Itiraaf atau Al I'tirof seperti Raihan,Jeffry Al-Buchari, Haddad Alwi dalam album Cinta Rasul pertama dan versi orkestranya dll.

Syair Al I'tiraaf yang dibacakan oleh Haddad Alwi dapat didownload dengan kualitas lumayan dari produser album Cinta Rasul. Rasanya syair ini dibacakan oleh Haddad Alwi dengan lebih lambat dari yang biasa didengar. Pada ekstrim yang lain ada penyanyi dan grup yang menyanyikan dengan irama cepat,sehingga terkesan riang. Raihan membawakan I'tiraf mirip dengan yang biasa didengar, namun saya belum menemukan versi audio album ini di beberapa toko di Jakarta, yang banyak dijual versi VCD-nya.

2 Oktober 2007

Libur

Pagi hari yang sejuk di Kebun Teh Malabar Pangalengan


Teman-teman ...

Menjelang hari Raya Idul Fitri tahun ini , saya izin libur dulu ya ....

Mudah-mudahan kita semua selalu dalam bimbingan dan lindungan Allah SWT .... amiiin

30 September 2007

Melunasi Hutang

Pagi hari di Malabar Pangalengan

Pada hari Selasa 13 Ramadhan 1428 H yang lalu, usai acara berbuka puasa bersama ada pembicaraan tentang bagaimana melunasi hutang bila si pemberi hutang dan ahli warisnya tidak ada lagi atau sulit untuk ditemukan.
Berikut ini beberapa pengalaman yang mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya:
  • Ada yang menceritakan pengalamannya bila saat kuliah sekitar 20 tahun yang lalu pernah membeli nasi telur di warung sekitar kampus Rawamangun. Sebagai mahasiswa pembayaran bisa ditunda, hingga ada uang untuk membayar. Tetapi saat hendak membayar, warungnya sudah pindah, mungkin sudah kena gusur, sehingga tidak bisa membayar hutang memakan nasi telur ....
  • Ada juga yang mempunyai pengalaman sekitar tahun 90-an membeli dua potong roti di tukang roti yang biasa berkeliling di seputar komplek perumahan. Waktu itu hendak dibayarkan dengan uang sepuluh ribuan, tapi tidak ada kembaliaannya, si tukang roti mempersilahkan dua potong roti itu untuk diambil dulu, karena si tukang roti sering lewat dengan gerobak rotinya yang dikayuh. Setelah beberapa hari ditunggu, si tukang roti tidak pernah lewat lagi, ternyata ada berita bila beliau telah dipanggil Allah SWT dengan mendadak, sehingga hutang mengambil dua potong roti belum sempat terbayarkan ...
Di rubrik tanya jawab sebuah koran pernah dibahas masalah seperti ini dan kalau tidak salah, jawabannya adalah dengan bersedekah yang diniatkan untuk melunasi hutang tersebut... wallahu'alam.

23 September 2007

Orang yang paling mulia

Fajar di Pangalengan


Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
( Al-Hujurat (49) : 13 )

Pada acara berbuka puasa Jum'at lalu, dibacakan Al-Qur'an surah Al-Hujurat ayat 13 di atas. Ayat yang sama pernah disampaikan oleh teman sekantor saya beberapa waktu yang lalu. Saat itu kami baru saja turun dari jembatan penyebrangan di Jl. Gatot Subroto untuk makan siang di pasar belakang kantor Pajak, teman saya menekankan bahwa orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling taqwa.

Terima kasih atas nasihatnya dan sudah mengingatkan kembali ayat Allah ini .... mudah-mudahan Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik dan lebih banyak... Amiin

Dosa awal

Komidi puter di pasar malam Pangalengan

Beberapa hari yang lalu saya mendengarkan ceramah tentang dosa awal dari seorang mubaligh. Berikut ini ringkasannya.

Beliau menyampaikan bila ada tiga dosa awal : Kibr,Thama' dan Hasad.

1. Kibr yang berarti takabur atau sombong
Iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam a.s. karena kesombongannya. Iblis mengatakan kenapa tidak mau bersujud karena Iblis diciptakan dari api, sementara Adam berasal dari tanah. Dulu Bang Imad pernah menyampaikan bila faham rasisme atau rasialisme yang mengagungkan asal-usul mirip dengan kesombongan Iblis.

2. Thama' yang diartikan serakah
Pada saat Nabi Adam a.s. berada di surga, Allah SWT mengijinkan untuk menikmati semua yang ada di sana, kecuali satu pohon yang tidak boleh di dekati. Iblis menggoda Nabi Adam a.s. untuk mendekati pohon tersebut dan menikmati buahnya, sehingga melanggar larangan Allah SWT.

3. Hasad atau dengki
Putra-putra Nabi Adam a.s diminta untuk berqurban pada Allah SWT. Qabil berqurban dengan hasil ternak yang jelek, sementara Habil berqurban dengan pertanian yang paling baik. Allah SWT menerima qurban dari Habil dan menolak qurban dari Qabil. Karena dengkinya, Qabil membunuh Habil.

Sang mubaligh menyampaikan juga tentang definisi dari dengki. Dengki adalah iri terhadap ni'mat yang dianggap ada pada orang lain dan berharap agar ni'mat tersebut hilang darinya, sementara bila iri saja bukan termasuk dengki. Ada istilah bahasa Arab untuk yang hanya iri saja tanpa berharap supaya ni'mat tersebut hilang dari orang yang diirikan, tapi saya tidak mendengar dengan baik istilah tersebut, yang teringat untuk itu adalah bahasa Betawi-nya yang disampaikan oleh sang mubaligh: ngiri. Iri seperti ini dalam beberapa hal diperbolehkan seperti ngiri pada orang kaya yang sanggup menolong orang banyak dengan kekayaannya, atau ngiri pada orang berilmu yang memanfaatkan ilmunya.

Tiga dosa awal tersebut juga dinamakan sebagai induk dari dosa atau kejahatan, contohnya takabur atau sombong menurunkan dosa merendahkan orang lain.

Mudah-Mudahan bermanfaat .... Amiin

16 September 2007

Selamat datang Ramadhan ...

Marhaban Yaa Ramadhan
(Terima kasih untuk Kang TJ yang sudah meminjamkan monopod-nya untuk pengambilan gambar kali ini)


Pada Sabtu pekan lalu, Al-Hakim menyelenggarakan acara menyambut Ramadhan dengan tema Peduli 1000 dhuafa: pada acara ini diberikan santunan untuk 800 dhuafa dan 200 jompo di seputar BSD. Jumlah dhuafa yang bisa disantuni kali ini lebih besar dari tahun lalu, karena selain bantuan dermawan yang meningkat, pengeluaran dana untuk yang tidak terlalu penting seperti makan siang untuk jama'ah mesjid ditiadakan/dikurangi.

Pada malam harinya dilakukan pawai obor mengelilingi perumahan sekitar Al-Hakim... alhamdulillah rangkaian acara berlangsung dengan selamat, meriah, lancar, aman ...

Bourne

Pistol buatan Pabrik Sendjata Ringan PINDAD

Beberapa pekan yang lalu, setelah anak-anak tidur, saya mengajak istri pergi ke bioskop di daerah Jakarta Selatan. Sesuai jadwal, kami melihat pertunjukan terakhir untuk malam itu. Sudah lama saya tidak ke bioskop, sesampainya di sana saya mencari loket penjualan karcis, setelah melihat kanan dan kiri, ternyata tidak ada loketnya! akhirnya seorang petugas membantu menunjukkan tempat penjual karcis yang ternyata duduk dengan mejanya di ruang yang terbuka mirip tempat customer service sebuah bank :)

Filem yang ditonton Bourne Ultimatum, bagian terakhir dari trilogi kisah Bourne yang diangkat dari novel karya Robert Ludlum. Filemnya seru penuh aksi, di sepanjang filem gambarnya agak unik dengan jumlah warna yang terbatas dan terkesan agak gelap.

Selanjutnya info dari internet: setelah novelis Robert Ludlum meninggal, kisah Bourne dilanjutkan oleh pengarang lain dan pada seri ke lima tokoh antagonisnya seorang teroris bersimbolkan Islam ... :( Menarik untuk mengetahui apakah filem Bourne akan dilanjutkan dengan mengikuti plot dari novel tersebut, bila membaca ulasan yang menyebutkan bahwa tiga seri filem Bourne telah mengalami banyak modifikasi dari novel aslinya. Hal tersebut biasa dilakukan untuk novel yang diangkat ke filem, mungkin untuk pertimbangan komersial (baca fulus) ...

9 September 2007

Rumah Sakit

Butiran embun di Ciwidey

Pekan ini saya berkunjung ke rumah sakit di daerah Jakarta Barat. Saya mendaftar dari sekitar jam tiga sore dan baru dapat giliran dipanggil sekitar jam setengah enam. Gedung rumah sakitnya termasuk bangunan lama, ruang praktek dokter berseberangan dengan ruang tindakan operasi. Para pasien menunggu di lorong dengan penerangan secukupnya. Di lorong tersebut ada kursi untuk sekitar sepuluh orang dan beberapa pasien berusaha untuk berada di sana, karena bila berada di luar kemungkinan tidak mendengar panggilan suster. Saya mendapat tempat menunggu di depan ruang pendaftaran sehingga punya kesempatan lebih untuk mendengar dan melihat pasien-pasien yang datang. Selama sekitar dua jam menunggu giliran, saya banyak melihat dan mendengar pasien yang jauh lebih parah: ada yang baru menjalani operasi dan menggunakan tongkat penyangga, ada yang mau operasi besoknya, ada yang masuk dengan tempat tidur rumah sakit dll.

Hikmah yang bisa diambil adalah betapa nikmat Allah SWT yang berupa kesehatan itu amat berharga dan mungkin dengan cara sesekali duduk di rumah sakit barang sejenak dapat membantu untuk mengingatkan ni'mat sehat yang sering kali terlupakan ...

1 September 2007

Anak-anak asuh

Anak-anak asuh Masjid Al-Hakim

Tadi sore setelah 'Ashar saya mendadak diminta untuk memotret pas foto anak-anak asuh Masjid Al-Hakim. Pas foto ini diperlukan untuk keperluan pendataan ulang. Ada persis 50 anak yang hadir pada sore hari tadi dan sebagian yang lain belum bisa hadir. Anak-anak asuh Al-Hakim ini duduk di kelas satu SD hingga SMP, mereka tinggal di seputar BSD yang berasal dari keluarga kurang mampu. Masjid Al-Hakim saat ini baru bisa membantu sekitar 75 anak asuh, walaupun masih banyak lagi yang memerlukan bantuan.

Biaya pendidikan di seputar BSD masih lumayan mahal walaupun sudah dimintakan keringanan untuk anak-anak tersebut. Untuk masuk di SMP Negeri yang paling murah, diperlukan uang masuk sebesar 1,8 juta rupiah tiap anak. Karena biaya yang cukup tinggi ini, sempat ada wacana untuk lebih mengutamakan membantu anak-anak asuh yang di tingkat SD saja. Di SD biaya pertama untuk seragam dan bukunya sekitar 200 ribu rupiah. Program BOS pemerintah membebaskan anak-anak dari uang bayaran bulanan, namun untuk keperluan lain seperti buku tulis dan buku paket kenyataannya masih harus dibeli.

Saat pengurus Al-Hakim mengabsen anak-anak, ada berita duka yang diterima, seorang anak asuh yang duduk di kelas lima SD berpulang ke rahmatullah sepekan yang lalu -inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un-. Dari orang tua anak asuh lain yang mengantar ke Al-Hakim, almarhum tidak terlihat sakit sehari sebelumnya, mengalami panas tinggi waktu malam hari dan saat pagi hari sudah meninggal dunia. Ada hal yang mengharukan yang saya dengar, anak ini selain bersekolah juga bekerja mengumpulkan barang-barang bekas ... Allahummaghfirlahu warhamhu ... Ya Allah berilah ampunanMu dan rahmahMu padanya ... Amiin.

25 Agustus 2007

Syair Abu Nawas

Bunga di muka rumah

Dulu sewaktu masih sekolah ada seorang teman yang bermukim di pondok pesantren melantunkan syair Abu Nawas menjelang shalat wajib saat teman tersebut sedang pulang ke rumah. Saya hanya ingat garis besar artinya yang sangat bagus.

Ada sebagian orang yang menganggap Abu Nawas bukan ulama atau orang yang jahil, namun banyak yang menduga bila hal itu keliru dan fitnah belaka.......Terlepas dari polemik tersebut, kenyataannya banyak surau, musholla atau masjid di tanah air yang biasa membacakan syair ini menjelang shalat Maghrib dan 'Isya .

Pekan lalu istri sempat menyampaikan kembali beberapa bait syair tersebut pada saya... selanjutnya di internet ternyata banyak yang telah memuat syair Abu Nawas : tulisan lengkap syair , bahkan video klipnya.

Berikut ini petikan awal syair Abu Nawas dan kurang lebih terjemahannya ...

Ilaahi lastu lilfirdausi ahla ...

Ya Allah, aku tidak pantas menjadi penduduk surga firdausMu

Walaa aqwaa 'alannaaril jahiimi

Dan tidaklah aku kuat dengan neraka jahim

fahablii taubatan waghfir dzunuubii

Karuniakanlah hambaMu ini ampunan dan hapuskanlah dosa-dosaku ...

18 Agustus 2007

Bermain Futsal

Pemanjat pinang ini oleh teman-temannya dipanggil dengan nama Thuram, seperti bek timnas sepakbola Prancis, Lilian Thuram, yang juga berkulit gelap.

Setelah melalui proses brainstorming yang seru bermain futsal terpilih sebagai ajang keluar bersama teman-teman sekantor. Sebelumnya ada beberapa ide yang terlontar seperti bermain paint ball, olahraga di gelora senayan, bermain mini golf, berlatih band hingga qasidahan.

Arena futsal yang dipilih tidak jauh dari kantor, dengan sewa sebesar 165 ribu rupiah untuk satu jam diperoleh fasilitas yang cukup baik: lapangan futsal indoor, kipas angin di lapangan dengan penyemprot embun, rumput sintetis, mushalla, ruang parkir luas, dan dipinjamkan dua buah bola futsal. Biaya bermain ini ditangung bersama oleh 12 orang, ongkos bermain yang cukup murah. Setiap pemain hanya perlu membawa pakaian olahraga dan sepatunya. Dianjurkan untuk mengenakan celana yang menutup lutut, untuk melindungi dari cidera bila jatuh di atas rumput sintetis.

Pada hari Senin 13 Agustus yang lalu, setelah pulang kerja, bersama-sama menuju arena futsal. Permainannya berlangsung dengan seru ...

Walaupun pada hari itu saya tidak ikut bertanding, ada pelajaran yang bisa dipetik, untuk bermain futsal setengah jam saja diperlukan persiapan fisik yang cukup, karena saat bermain dituntut untuk terus bergerak dan bergerak ...

11 Agustus 2007

6 tanda rusaknya hati

Bunga di Dusun Kunjani

Pada saat shalat Jum'at di gedung baru pada tanggal 13-07-2007 yang lalu, untuk menghilangkan rasa kantuk yang datang saat khatib naik mimbar, saya berusaha mendengarkan sambil menuliskan isi khutbahnya.

Berikut ini ringkasan kutbah tersebut...

6 tanda rusaknya hati menurut Hasan Al Basri yang tercantum dalam kitab 'Nashoiul 'Ibad'

1. Selalu mengerjakan dosa tidak mau bertobat.
Ada pesan Ali kw yang kurang lebih isinya, jangan meremehkan dosa-dosa kecil yang dikerjakan terus menerus.

2.Selalu mengajarkan 'ilmu tapi tidak mau mengamalkan.
Di Qur'an Surah Shaf (61:3):" Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan."

3.Selalu beramal tapi tidak ikhlash.

4.Selalu memakan rizqi Allah, tetapi tidak bersyukur.

5.Tidak ridho terhadap rizqi Allah yang diberikan padanya, iri pada orang lain.

6.Menguburkan orang mati, tapi tidak menarik pelajaran darinya.


Sayang sekali saya tidak sempat mencatat nama khatibnya ...mudah-mudahan khutbah beliau jadi amal jariyah ... amiin

2 Agustus 2007

Reuni SMA

Bunga di Jurank Doank

Pada pameran buku Islam di Istora pada bulan Maret 2007, saat itu ditengah hiruk-pikuk pengunjung pameran buku, ada yang memanggil nama saya, ternyata Amrizal teman SMA yang melaluinya saya didaftarkan di milis teman-teman SMA. Setelah melalui diskusi yang hangat di milis –alhamdulillah- acara reuni bisa diselenggarakan pada tanggal 28 Juli 2007 yang lalu.

Acaranya berlangsung meriah, banyak teman yang menyempatkan datang dan yang menggembirakan adalah guru-guru yang ikut hadir.

Berikut ini guru-guru yang saya lihat ikut hadir
  • Pak Edi –guru Fisika,
  • Ibu Mamiek – guru Biologi dan wali kelas saya di III IPA 1,
  • Ibu Nani – guru Kesenian,
  • Ibu Amlis – guru PMP,
  • Pak Ngemal – guru Matematika
  • Pak Zul – guru Ekonomi,
  • Ibu Endang- guru Kimia yang sengaja menghadiri acara reuni kami dari Surabaya,
  • Ibu Ani – guru Kimia yang sekarang berjilbab,
  • Ibu Subechan – guru Bahasa Inggris
  • Pak Samsuri – guru Geografi
  • Ibu Djunaidi – Guru Matematika
  • Mas Sana penjaga pintu gerbang sekolah.
  • Ibu Nannies – Kepala Sekolah.
Terima Kasih saya untuk panita yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara reuni ini …Alhamdulillah tali silaturahmi bersambung kembali.

Untuk menyelenggarakan acara ini panitia telah berusaha untuk membuat data alumni secermat mungkin dengan menelusuri buku induk siswa dan jejaring info. Data tersebut dikumpulkan dalam satu file yang dikelompokkan dalam beberapa lembar worksheet yang terpisah berdasarkan jurusan IPA, IPS, Bahasa dan data Guru. Selain itu ada kelompok ke lima Alm atau almarhum. Ada dua belas teman-teman yang sudah tiada, daftar tersebut seolah memberi nasihat pada kita bahwa semua yang hidup pasti akan menghadapNya kelak dan juga mengingatkan agar kita menggunakan sisa umur ini dengan sebaik mungkin …

20 Maret 2007

Berpamitan

Gedung lama yang tidak ada lantai 13 dan 14

Mulai pekan ini, kantor kami pindah ke gedung baru. Banyak kenangan yang ada dengan gedung lama dan lingkungan sekitarnya, karena telah bertahun-tahun bertugas di sana.

Dalam rangka berpamitan Pak Muz menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pedagang-pedagang makanan di sekitar gedung kami yang lama. Pak Muz mengajak saya untuk mengunjungi Mas Dul, penjual soto. Pada awalnya Mas Dul berjualan mie ayam di belakang gedung Jamsostek, namun setelah beberapa kali kena gusur, seingat saya ada tiga kali kena gusur, warungnya sekarang masuk sekitar 30 meter ke dalam jalan. Penggusuran yang drastis terjadi saat ada pembangunan apartemen di belakang Planet Hollywood, yang proses pembangunannya tersendat. Setelah lebih dari tiga tahun apartemen tersebut hingga kini belum jadi juga. Sekarang selain berjualan mie ayam, Mas Dul menyediakan soto, sop ayam dan sapi.

Warung Mpok Ame

Pada saat berpisah, Pak Muz seperti juga yang telah diutarakan kepada pedagang-pedagang yang lain, mengatakan bila kami akan pindah ke gedung yang baru, dan mohon maaf bila selama ini ada kesalahan yang diperbuat…

28 Februari 2007

Tanpa Penghapus

Menggambar motor antik di Jurank Doank

Beberapa pekan yang lalu saya bersama istri mengantar anak-anak mengikuti sekolah alam di Jurank Doank. Sekolah ini dikelola oleh Dick Doank di daerah Jurang Mangu, Ciputat. Untuk mengikuti sekolah alam ini tidak dipungut biaya dan diselenggarakan tiap hari Ahad, jam delapan pagi. Anak-anak pesertanya cukup banyak, ada sekitar dua ratus hingga empat ratus anak. Di tempat parkir biasanya hanya ada sekitar lima mobil, selebihnya puluhan sepeda motor yang berjajar rapih.

Salah satu kegiatannya adalah menggambar. Dick Doank memberi semangat bila banyak penemuan di dunia yang dimulai dengan menggambar, salah satu contohnya Wright bersaudara yang membuat pesawat terbang pertama. Anak-anak dilatih untuk tidak menggambar obyek yang umum seperti pemandangan dengan gunung dan mataharinya, tetapi obyek yang ditentukan seperti motor antik, wajah teman, telapak tangan dan kaki.
Pada sesi awal ratusan anak dikumpulkan untuk diberi penjelasan tugasnya, selanjutnya dipecah dalam empat kelompok.

Ada satu hal yang menarik di sana: pada saat menggambar tidak boleh menggunakan penghapus! Dick memberi penjelasan bila menarik garis jangan ragu, biarkanlah anak-anak membuat kesalahan dalam arti yang positif. Alhamdulillah, pada hari itu mendapat ilmu …

Dua Ni’mat

Motor antik di Jurank Doank

Dari Ibnu ‘Abbas ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Ada dua ni’mat yang kebanyakan manusia tertipu padanya yaitu kesehatan dan waktu luang”. (Riwayat Bukhari )

Dikutip dari buku Riyadhus Shalihiin, karya Imam an-Nawawi, bab sebelas.

10 Februari 2007

Dapur Umum Al-Hakim

Dapur Umum Al-Hakim

Istilah Dapoer Oemoem mulai dikenal saat jaman perjuangan meraih kemerdekaan RI, istilah ini juga digunakan sekarang saat membantu korban banjir.

Mulai Jum’at, 2 Feb 07, Masjid Al Hakim dipercayakan menjadi koordinator Posko Peduli Banjir Forum Komunikasi Kerukunan Masjid BSD (FK2MB). Bantuan diberikan ke daerah banjir di Jurang Mangu, Pondok Petir, Ciledug dan daerah sekitar Tangerang lainnya.

Alhamdulillah banyak dermawan yang telah menyumbangkan dana, bahan makanan, obat-obatan, meminjamkan kendaraan dan pengemudinya, serta relawan-relawan dari berbagai masjid, mushalla dan majelis ta'lim di BSD yang mencurahkan tenaga dan pikirannya.

Jenis bantuan yang diutamakan berupa makanan yang siap disantap. Untuk ini dibagikan tugas kepada beberapa keluarga: ada yang kebagian memasak nasi, ayam goreng, telur dadar, tempe cincang dan lauk pauk lainnya. Kemudian hasil masakan ini dikumpulkan untuk dibungkus bersama. Alhamdulillah, dengan cara demikian tugas dapat dilakukan dengan lebih ringan dan cepat.

Memotong telur dadar

Selain makanan siap santap,juga diberikan bingkisan berisi biskuit, susu dan mie instant. Sejumlah kotak air mineral, obat-obatan ringan, pembalut, dan diapers juga diberikan.

Pada hari pertama banjir, Jum’at, telah disalurkan 215 nasi bungkus.
Pada hari ke dua, telah disalurkan 285 nasi bungkus.
Pada hari ke tiga , telah disalurkan 886 nasi bungkus, 273 bingkisan.
Pada hari keempat, telah disalurkan 528 nasi bungkus, 538 bingkisan.
Pada hari kelima, telah disalurkan sekitar 700 nasi bungkus.

Pada hari ke lima ini , Selasa 6 Februari 2007, setelah menyalurkan nasi bungkus dan bingkisan di siang hari, ada berita permintaan mendesak setelah shalat Ashar. Seorang ustadz yang biasa mengajar di pengajian BSD mengabarkan bila di daerahnya banyak pengungsi yang belum mendapat bantuan dan sedang kelaparan. Setelah bermusyawarah, diputuskan untuk memasak bahan makanan pada malam itu juga di Masjid Al Hakim. Untuk kompor, selain pinjaman kompor gas rumah tangga, ada pengusaha rumah makan yang meminjamkan sebuah kompor gas besar dan seorang mantan pengusaha martabak yang ikut meminjamkan 2 kompornya. Untuk tambahan, ada beberapa ibu-ibu yang memasak nasi seukuran satu rice cooker di rumahnya masing-masing. Karena terbatasnya waktu, masakan yang sudah siap tidak dibungkus lebih dahulu, tetapi langsung dibawa ke lokasi pengungsi untuk dibagikan di sana malam itu juga. Alhamdulillah, masakan yang dihasilkan cukup untuk sekitar 300 porsi.

Dua Ketua RW Sektor 12 bersama-sama menyiapkan mie rebus

Pada hari keenam, telah disalurkan 1596 nasi bungkus, 210 bingkisan

Pada hari ke tujuh, telah disalurkan 1354 nasi bungkus, 160 bingkisan.
Bantuan masih terus disalurkan karena ada beberapa daerah di Tangerang yang baru terkena banjir pada hari Rabu.

Pada hari ke delapan, telah disalurkan 519 nasi bungkus, 305 bingkisan.

Program selanjutnya adalah bantuan pasca banjir, berupa bantuan kebersihan dan kesehatan serta bantuan seragam dan peralatan sekolah.

Mudah-mudahan banjir cepat surut dan amal para relawan diterima oleh Allah SWT ... amiin

5 Februari 2007

Latihan bersabar

Doc & Mater

Mengemudi di Jakarta perlu banyak bersabar, sejak keluar dari rumah tantangan yang dihadapi sudah muncul, ada mobil angkot yang berhenti memalang di perempatan jalan sehingga menyulitkan pengemudi lain. Selanjutnya di jalan tol Serpong mobil yang menyalip padahal jarak dengan kendaraan sudah sangat dekat. Keluar pintu tol , sudah berhadapan dengan pengemudi motor yang berseliweran kiri dan kanan, bahkan dari arah berlawanan yang seharusnya satu arah atau mobil-mobil yang berbelok bukan pada tempatnya, sehingga menghambat kendaraan di belakangnya dan membahayakan pemakai jalan lainnya, padahal yang melanggar ini mobil-mobil yang bagus. Alhamdulillah saya berangkat ditemani Kang TeeJe yang selalu mengingatkan saya untuk bersabar saat berada di belakang kemudi.

Ada mubaligh yang mengatakan kita cenderung merasa benar bila berada pada kendaraan yang kita tumpangi walaupun kendaraan ini jelas telah melanggar aturan lalu lintas. Contohnya, saat sedang terburu-buru dan menumpang angkutan umum yang ngebut, biasanya penumpang malah senang karena dapat cepat sampai di tujuan :)

Saya teringat dengan Pak Kris salah seorang pengemudi yang sangat sabar, teman beliau yang pernah bersama tinggal di Houston mengakui hal tersebut. Ada komentar beliau tentang pengemudi angkutan umum, kurang lebih demikian : kasihan supirnya duduk tidak dengan nyaman, kepanasan karena tidak ada AC dan duduk diatas bak mesin, sementara itu harus mengejar setoran … mungkin dengan pemahaman seperti ini bisa lebih bersabar mengemudi di Jakarta.

Ya Allah, mudah-mudahan saya selalu dikaruniai kesabaran … amiin

Banjir!

Sungai kecil di Kencana Loka

Hari Jum’at 2 Februari 07 yang lalu, hujan turun sejak malam hari, saya dan Kang TJ berangkat ke tempat kerja. Hari itu saya yang mendapat giliran menjadi sopir. Sekitar 2 km setelah memasuki jalan tol BSD, kendaraan mulai melambat dan akhirnya berhenti, ada banjir di sekitar Jombang dan Pondok Aren. Sedikit demi sedikit, mobil-mobil berputar berbalik arah melalui bahu kanan jalan, ada 4 mobil yang berusaha melalui median jalan tol untuk pindah ke jalur seberang dan akhirnya terperangkap di tengah karena tidak bisa melalui parit yang gembur karena hujan. Alhamdulillah kami bisa keluar dari kemacetan setelah bergerak perlahan selama satu jam.

Banjir di jalan tol ini terjadi sejak sekitar jam satu malam, ada teman yang baru pulang dari tugas di luar kota terpaksa menginap di Masjid Pondok Aren, hingga esok harinya.

Banjir ini termasuk besar karena ada dua blok perumahan BSD yang terendam hingga 60 cm. Kereta antara Serpong dan Jakarta hari itu tidak ada yang beroperasi, jalur tol Kebun Jeruk pada pagi hari masih bisa dilalui, namun sejak siang sudah sangat padat …

Akses internet dari rumah sempat terputus, karena kantor Telkom di Gatot Subroto kebanjiran …

Sepertinya pengelolaan sampah dan banjir belum menjadi prioritas utama pemerintah daerah atau pusat, pekerjaan yang tidak mudah dan tidak populer … tapi akibatnya dirasakan orang banyak … Wallahu’alam




30 Januari 2007

Inner Beauty

Pagi hari yang tenang di Situ Gunung

Pada Sabtu malam lalu, saya sempat melihat potongan acara pembagian piala Golden Globe di sebuah saluran TV ibu kota. Penerima piala untuk kategori aktris komedi TV memberikan pidato singkat yang menarik. Penerima pialanya America Ferrera, pemeran Betty dalam serial “Ugly Betty” yang merupakan adaptasi dari telenovela “Betty La Fea”. Telenovela dari Colombia ini pernah juga diputar di Indonesia. Saya belum pernah melihat versi Amerika “Ugly Betty”, tapi tokoh Betty dikenal dengan wanita berkacamata tebal dan gigi dibungkus kawat.

Pidato penerimaan pialanya singkat, hanya sekitar satu menit saja, kurang lebih mengatakan bila film “Ugly Betty” menampilkan perspektif yang baru dan bahwa kecantikan dalam diri (inner beauty) adalah hal yang penting.

BMT, Klinik dan Perpustakaan Al-Hakim

Hari pertama klinik Al-Hakim

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 27-Januari-2007, telah diresmikan klinik untuk Dhu’afa, BMT ( Koperasi ) dan Perpustakaan Al Hakim. Untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan ini, dilakukan di bangunan 2 lantai berukuran 4x8 m2 di samping Masjid Al-Hakim. Selain itu tersedia taman baca di halaman belakang berukuran sekitar 90 m2.

Bangunan tersebut sebelumnya adalah bangunan kosong selama beberapa tahun, tapi alhamdulillah Masjid Al-Hakim dapat memperoleh ijin untuk memanfaatkannya dan sejak Ramadhan 1427 H dimulailah rencana pemanfaatan bangunan tersebut, diantaranya untuk klinik dan perpustakaan.

Pada saat klinik diresmikan, sejumlah pasien datang hampir bersamaan, ada sekitar 50 orang, yang kebanyakan kaum jompo, sehingga dokter-dokter dan perawat yang bertugas kewalahan melayani.

Jumlah buku perpustakaan yang ada saat ini baru sekitar 10 persen dari kapasitas rak yang tersedia, jadi perpustakaan Al-Hakim masih menerima infaq berupa buku baru atau bekas, buku umum atau agama, atau infaq berupa dana.

Mudah-mudahan kehadiran perpustakaan, klinik dan BMT Al-Hakim memberikan manfaat yang besar, terutama buat warga sekitarnya … amiin.

22 Januari 2007

Ahli Ilmu

Fajar di Malabar, Pangalengan

Hari ini tanggal 4 Muharam 1428 H.

Almarhum Pak ustadz Ahmad, guru mengaji kami dulu, mengajarkan sebuah pantun tentang ahli ‘ilmu. Pantun ini juga diajarkan di banyak madrasah ibtidaiyah di Jakarta dan sekitarnya. Kalau tidak salah, pantun ini diambil dari kitab Ta’limul Muta’aalim:

Kun ‘aaliman,

Au muta’aliman,

Au mustami’an,

Au muhibban,

Wala takun khaamisan, fatahlak

Artinya :

Jadilah orang berilmu,

Atau orang yang belajar,

Atau orang yang mendengarkan,

Atau orang yang mencintai ilmu,

Dan janganlah menjadi golongan yang kelima, celakalah...


Anak-anak peserta pengajian banyak yang menghafalnya karena sering kali diulang.

Pak ustadz Ahmad menjelaskan dengan logat Betawi beliau yang khas, kurang lebih demikian: jadilah orang berilmu, bila tidak berilmu maka belajarlah, dan bila tidak sanggup belajar, maka jadilah pendengar majelis ilmu. Dulu almarhum pak ustadz Ahmad memberi contoh untuk hal ini dengan anak yang tidak bisa sekolah karena kekurangan biaya, sehingga saat harus mengangon kambing atau mencari rumput, anak ini menyempatkan diri untuk mendengarkan pelajaran dari luar kelas …Bila belum menjadi orang yang berilmu, atau termasuk orang yang belajar, atau mendengarkan maka jadilah orang yang mencintai ilmu. Maksud mencintai ‘ilmu misalnya dengan menghormati orang yang berilmu dan yang sedang belajar, serta memberi kemudahan orang lain untuk belajar. Orang yang mencintai ‘ilmu, akan mendorong anak-anaknya untuk bersekolah. Pantun itu di tutup dengan ‘janganlah menjadi golongan yang kelima’, maksudnya tidak termasuk ke dalam salah satu dari empat golongan sebelumnya : orang berilmu, belajar,mendengarkan atau mencintai ‘ilmu.

Ya Allah, berilah selalu maghfirah dan rahmah Mu kepada Pak Ustadz Ahmad…

Ya Rahman, Luaskan dan terangilah kubur beliau…. Aamiin

14 Januari 2007

Penulis Lagu

Bunga di Malabar

Pada hari Rabu 3-Januari-2007, saat akan bersilaturahmi ke rumah adik di daerah Kampung Sawah, Jombang, saya melewati rumah Tito Soemarsono. Alhamdulillah, tanpa ada janji atau kontak sebelumnya, Tito ada di depan rumah bersama putra dan putrinya. Mungkin ada lebih dari sepuluh tahun kami tidak pernah duduk bersama, mengobrol dan bersilaturahmi. Kami dulu bertetangga sejak lahir di Fatmawati :) Pada kesempatan tersebut, saya memperkenalkan istri dan anak-anak saya kepada Tito.

Tito adalah penulis lagu, salah satu lagunya yang populer dinyanyikan oleh Chrisye, Kisah Cintaku:

Di malam yang sesunyi ini …

Aku sendiri tiada yang menemani …

Saat saya tanyakan apakah sekarang masih menulis lagu? Tito mengiyakan dengan nada agak tinggi :) Ada yang menarik tentang perkembangan alur penciptaan lagu: saat ini kebanyakan penulis lagu membuat lagu dengan bantuan komputer di rumah, sehingga keperluan menyewa studio musik dapat sangat dikurangi. Untuk menyewa sebuah studio musik diperlukan sedikitnya dalam waktu tujuh jam, sementara bila membuat lagu dikomputer, bila sudah siap tinggal bawa CD lagu ke produser dan tawar-tawaran harga. Bila pakai komputer, bisa sambil makan, tiduran, cari inspirasi tanpa khawatir dikejar waktu sewa studio. Selain itu menurut Tito, untuk membuat lagu dengan komputer tidak harus mengetahui chord musik atau cara bermain piano. Semua bisa difasilitasi dengan program komputer dengan baik, kecuali instrumen gitar. Tito menganggap gitaris tidak tergantikan oleh komputer :) Tito setahu saya sangat mahir bermain bas gitar dan clarinet.

Saya tidak sempat menanyakan bagaimana sebenarnya kontrak pembelian lagu dengan produser rekaman. Hal yang menarik, karena sepertinya pembelian berupa beli putus, tanpa menghitung royalti, sepertinya posisi tawar seniman musik di Indonesia lemah.

Sebelum berpisah saya mengatakan bila ingin belajar program musik pada Tito, tapi beberapa kali dikatakan cara menggunakannya gampang, di satu kesempatan Tito mengatakan bila yang diperlukan adalah ide …

Mungkin hanya Tuhan …

Yang tahu segalanya …

Apa yang kuinginkan …

Di saat-saat ini …

(Kaulah Segalanya, ciptaan Tito Soemarsono, dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya )