Sabtu, November 21, 2009

Konduktor

Konduktor
(foto ini dimuat setelah mendapat ijin lisan Mang Yayan dari Saung Mang Ujo Bandung)

Pekan lalu, pada sebuah acara olahraga di salah satu stasiun TV ibu kota, ditayangkan iklan dalam bentuk animasi dari sebuah perusahaan perlengkapan sepakbola yang menganalogikan seorang bintangnya seperti konduktor dalam orkestra. Pemain ini bagaikan seorang maestro yang mengatur jalannya permainan team di lapangan.

Ada konsep lain dalam berorganisasi yang menganalogikan dengan orkestra tanpa konduktor (conductor-less orchestra), salah satu contohnya Orpheus Chamber Orchestra yang disebutkan bila setiap musisinya dapat menentukan bagaimana bagian sebuah lagu akan dimainkan tanpa ditentukan oleh seorang konduktor.

Orpheus Chamber Orchestra yang dibentuk pada tahun 70-an masih ada hingga sekarang dengan konser-konsernya.

Apakah konsep conductor-less ini bisa diterapkan di dunia sepakbola?

Wallahu'alam....

Selasa, November 17, 2009

Bertawadlu

Kucing Rumah Makan

Alhamdulillah setelah cukup lama tidak hadir di sini, hari ini bisa terbit kembali ...

Beberapa waktu yang lalu saya dan istri menyaksikan film Ketika Cinta Bertasbih 2. Ada satu adegan ketika tokoh utamanya Azzam mengisi pengajian karena Sang Kiai berhalangan. Pada film tersebut Azzam menyampaikan salah satu bagian Kitab Al-Hikam, man atsbata linafsihii tawadlu'an fahuwalmutakabbiru haqqan .... Pada buku terjemah Al-Hikam, arti selengkapnya tertulis " Siapa yang merasa diri bertawadlu', maka ia benar-benar sombong, sebab tidak mungkin merasa tawadhu' kecuali kalau ia merasa besar/tinggi, karena itu bila engkau menetapkan bahwa dirimu itu besar/tinggi, maka benar-benar engkau telah sombong (mutakabbir) .... (Terjemah Al-Hikam oleh H. Salim Bahreisy, Hikmah no.250, hlm.180).

Mudah-mudahan bermanfa'at ... aamiiin.

Sabtu, Juni 13, 2009

Kitab Al-Hikam

Tahun 1774 - Museum Bahari

Harian Republika yang terbit pada hari Ahad pekan lalu memuat tulisan tentang kitab Al-Hikam karya Ibn Atha'illah as Sakandari.

Ada satu rangkaian kata mutiara dari kitab Al-Hikam yang dikutip :
...
Jangan meninggalkan dzikir lantaran hatimu tidak bisa khusyuk kepada Allah. Sebab kelalaianmu terhadap Allah ketika tidak berdzikir lebih buruk daripada kelalaianmu saat berdzikir.
Semoga Allah berkenan mengangkat derajatmu dari dzikir yang penuh kelalaian menuju dzikir yang penuh kesadaran (ingat kepada Allah); dan dari dzikir yang penuh dengan kesadaran menuju dzikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya. Juga dari dzikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya menuju dzikir yang meniadakan segala sesuatu selain-Nya. Dan yang demikian itu bagi Allah bukanlah merupakan sesuatu yang sulit.

...

Mudah-mudahan bermanfa'at. Aamiin.

Minggu, Mei 31, 2009

Teman

Jendela Museum Bahari

"...Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa" Az-Zukhruf (43):67

Dua pekan yang lalu Pak Ustadz Dr. Ahzami Sami'un memberikan kajian di Masjid Miftahul Jannah dengan tema pertemanan.

Ayat yang dibahas sebagai dalil adalah surah Az-Zukhruf(43):67 di atas. Ayat tersebut menggambarkan keadaan pada saat hari kiamat, pada hari itu putus hubungan silaturahim dan nasab, kecuali ukhuwah yang berdasarkan taqwa. Pak Ustadz menafsirkan bila ayat tersebut juga bermakna : Pertemanan yang tidak dilandasi dengan taqwa akan berakhir dengan permusuhan ..."

Mudah-mudahan bermanfa'at .... aamiiin

Minggu, Mei 24, 2009

Karunia dan Rahmat Allah

Jendela Musium Bahari

" ... Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui... " An-Nur (21): 24

Pengajian Sabtu malam di Masjid Al-Hakim pada tanggal 13 Jumadil Awwal 1430 H (9-05-2009) disampaikan oleh ustadz Mukhlish Abdi.

Pak ustadz menyampaikan bila manusia menjadi bersih dari perbuatan keji dan munkar karena karunia dan rahmat Allah, namun pak ustadz menambahkan bila hal tersebut tidak berarti manusia berputus asa dan berdiam diri. Manusia harus berusaha keras untuk mensucikan dirinya seperti pada ayat berikut ... " ... Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali (mu)... " Faathir (35):18

Wallahu'alam.

Sabtu, Mei 09, 2009

Al-Zalzalah

Bunga di Walahar

Pengajian tafsir di Masjid Miftahul Jannah pada hari Kamis, 20 Rabi'ul Akhir 1430H (16-04-2009) diberikan oleh Pak Ustadz Dr. Amir Faishol. Hari itu dibahas tentang surah Al-Zalzalah(99), sebuah surat pendek di Juz 'Amma. Pak Ustadz menyampaikan sebuah riwayat tentang seorang sahabat yang mengeluh pada Rasulullah SAW karena sudah berusia lanjut, sehingga kesulitan untuk membaca surah yang panjang. Sahabat ini sudah tidak dapat bernafas dengan leluasa dan lidahnya sudah mulai kelu. Karena keadaan tersebut, sahabat ini dipesankan oleh Rasulullah SAW untuk membaca surah Al-Zalzalah.

Pada riwayat tersebut Pak Ustadz menjelaskan tentang besarnya fadhilah surah Al-Zalzalah, namun ada pesan lain agar kita membiasakan membaca Al-Qur'an saat kondisi fisik masih kuat, saat nafas masih panjang dan lidah masih ringan membaca Kitabullah ....

Mudah-mudahan bermanfa'at .... Aamiiin

Minggu, Mei 03, 2009

Tafakur

Bunga di Walahar

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka..."
Ali-'Imran(3):190-191

Sudah lebih dari dua pekan tidak terbit tulisan di blog ini, karena ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan dan sempat tidak punya akses internet.

Berikut ini beberapa catatan yang belum sempat diterbitkan ...

Pada hari Selasa, 18 Rabi'ul Akhir 1430H (14-04-2009), Ustadz Abdullah Gymnastiar memberikan kuliah shubuh di Masjid Al-Hakim yang juga disiarkan langsung oleh Radio RRI PRO2 FM, jaringan radio Delta dan internet ke pelosok tanah air hingga manca negara. Pokok bahasan Aa Gym pada pagi itu tentang bertafakur. Dalil untuk bertafakur terdapat pada surah Ali-'Imran(3):190-191 seperti di atas. Bertafakur menghisab diri, apa yang sudah diperbuat dalam hidup ini dan apakah jalan yang akan ditempuh nanti ? Apakah kita pantas untuk masuk surga ? ...

Mudah-mudahan bermanfa'at.... aamiin