9 Agustus 2006

Kematian


Diakhir Juni lalu, saya sempat melayat bekas tetangga saya yang berpulang ke rahmatullah. Bekas tetangga saya ini meninggal dalam usia 39 tahun yang sebelumnya terkena serangan tekanan darah tinggi dan stroke. Saya tidak sempat menyaksikan jenazahnya dishalatkan dan dikebumikan. Keluarganya merasa kepergiannya sangat mendadak, karena sebelumnya baik-baik saja. Ya Allah berikanlah maghfirah dan rahmah-Mu padanya … amiin.

Tiga pekan lalu, usia shalat Jum’at di sebuah masjid di daerah Cikarang, saya sempat ikut menyalatkan jenazah seorang ibu yang meninggal dalam usia 34 tahun. Almarhumah meninggalkan suami dan dua orang anak. Dari pembicaraan dengan warga sekitar, diketahui bila almarhumah meninggal dalam kesulitan ekonomi karena usaha keluarganya sedang menurun. Karena perilakunya sebelum meninggal yang tidak biasa dan menjadi pendiam, tetangga dan keluarganya menduga hal tersebut disebabkan oleh stress. Saat keadaan mulai parah, almarhumah sempat dibawa ke klinik dan dari hasil scan ternyata ada kanker di otak yang sudah memasuki tahapan akut dan tidak lama kemudian beliau menghembuskan nafas yang terakhir. Terasa kejam sekali penilaian orang-orang di sekitar beliau saat almarhumah menjalani penderitaannya, karena prasangka buruk dan kesulitan ekonomi, almarhumah tidak segera dibawa ke rumah sakit besar. Mudah-mudahan sebelum meninggal almarhumah termasuk dalam orang-orang yang sabar dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi cobaan-Nya. Amiin.

Saat prosesi sholat jenazah almarhumah, ketua DKM masjid menyampaikan bahwa kematian merupakan nasihat untuk yang masih hidup. Jenazah yang diam terbaring di muka seolah mengatakan pada orang lain bahwa semua yang saat ini masih hidup pasti akan melalui kematian. Nasihat untuk manusia yang sering terlupa …

Ya Allah …aku mohon ampunan dan petunjuk-Mu …..amiin.

Tidak ada komentar: