10 September 2006

Kultum : Overweight



Kemarin, Sabtu 9 September 2006, setelah shalat Shubuh, seorang warga menyampaikan kultum (berasal dari kuliah tujuh menit) di Masjid Al Hakim, Sektor 12, Kencana Loka. Dalam kultumnya, rekan saya ini menyinggung soal musibah Mandala Airlines tahun lalu. Salah satu teori penyebab jatuhnya pesawat tersebut adalah karena kelebihan beban. Teman saya yang berpengalaman mengawasi penerbangan haji menghimbau agar jamaah haji yang pulang ke tanah air tidak membawa beban yang berlebih saat pulang. Bila barang bawaan ini dibawa oleh seseorang tanpa melalui prosedur yang benar, seperti misalnya ‘menyuap’ petugas, berarti orang tersebut telah men-zalimi penumpang yang lain, karena pesawat yang ditumpangi bersama bisa mengalami gangguan. Persoalan jamaah haji yang pulang membawa beban berlebih bukan hanya ada pada jamah haji Indonesia, teman saya yang juga pernah menangani jamaah haji dari benua lain pernah menemui hal yang sama bahkan menurutnya lebih rawan. Teman saya mengharapkan ada fatwa ulama untuk hal ini.

Saya setuju dengan teman saya, karena saat berhaji godaan untuk belanja atau membawa oleh-oleh sangat kuat :) Saya pikir godaan itu menyerang berbagai kalangan. Di Mekah dan Madinah ada banyak toko karpet dan permadani yang berasal dari manca negara, di Madinah di sekitar Masjid Nabi SAW ada beberapa toko buku, juga penjual makanan khas Arab dsb. Selain itu ada juga oleh-oleh gratis berupa air zam-zam yang diambil dari Masjidil Haram. Bila kurang berhati-hati, belanjaan dan oleh-oleh bisa kelebihan.

Sambil menunggu fatwa ulama tentang barang bawaan, apa yang bisa dilakukan oleh diri masing-masing adalah untuk membawa barang bawaan seberat ketentuan, karena hukum gravitasi berlaku universal, yang tidak melihat pangkat, jabatan atau kekayaan seseorang. Mungkin yang lebih mendasar lagi adalah untuk menahan diri dari keinginan berbelanja berlebihan pada saat di tanah suci … wallahu’alam.

1 September 2006

Khitan


Alhamdulillah putra kami sudah dikhitan pekan lalu. Saat liburan sekolah lalu, anak saya mengatakan :’Aku belum siap’, tapi setelah melihat teman-teman tetangga yang dikhitan,nampaknya timbul juga keberaniannya. Kami bawa ke dokter untuk konsultasi dan membuat janji khitan, dokter menyarankan untuk dilakukan dengan bius umum. Kami agak ragu, karena ada resiko anestesi, kemudian kami mencari second opinion dari dokter lain, jawabannya sama: sebaiknya dilakukan dengan bius umum (bius total), karena bila dilakukan bius lokal lebih sulit dilakukan. Jawaban dokter kedua ini lebih menenangkan karena prosesnya dijelaskan dengan jelas, seperti bagaimana meminimalkan resiko anestesinya dan setelah itu kita harus menyerahkan hasilnya pada Allah SWT. Saya mulai merasa lebih mantap untuk menjalankan khitan dengan bius umum, hingga saya dan istri menerima beberapa informasi baru tentang resiko anestesi seperti yang dimuat di sebuah koran ibukota (na'udzubillah) ada keraguan yang muncul. Kami berusaha mencari pendapat dari dokter-dokter lain, dan diperoleh third dan fourth opinion yang mengarah pada tindakan operasi dengan bius umum.

Operasi khitan dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Agustus 2006. Putra kami masuk ruang operasi jam 10:15 pagi dan operasinya berlangsung satu jam lebih. Pada jam setengah dua belas siang, Aby dibawa ke ruang recovery. Tidak lama kemudian putra kami siuman, lega rasanya saat dia mulai berkata-kata – alhamdulillahirabbil’alamiin -. Aby mengatakan bila bekas khitannya terasa sangat sakit dan kepalanya pusing. Aby muntah hingga beberapa kali karenanya. Sebelum operasi, dokter anestesi sudah memperkirakan reaksi tersebut dan menawarkan untuk memberikan anestesi tambahan yang dapat menghindarkan efek pusing dan mual serta memperpanjang efek kebal hingga enam jam setelah operasi. Saya menolak anestesi tambahan ini, karena anestesinya diberikan melalui suntikan di antara ruas tulang belakang. Alhamdulillah keputusan untuk tidak memberikan anestesi tambahan tersebut adalah keputusan yang tepat, karena setelah Aby muntah-muntah pusingnya berkurang dan kami memberi pengertian kepada Aby untuk menahan rasa sakitnya sebentar dan menghiburnya.

Saya berterima kasih pada dokter bedah, dokter anestesi dan asisten-asistennya karena telah bersabar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dan memberikan jawaban apa adanya. Bagi mereka operasi khitan ini tergolong operasi kecil yang biasa dikerjakan sehari-hari, namun buat saya adalah hal yang tidak pernah dialami dan banyak sekali yang belum diketahui. Di ruang operasi, dokter bedah menjelaskan setiap tindakan yang dilakukan, terlihat bagaimana hati-hati dan terampilnya tangan-tangan dokter dan asistennya saat bertugas.




Untuk acara syukuran khitanan, pada awalnya kami hanya akan mengundang kerabat dekat saja, tapi akhirnya rencananya tersebut berubah. Alhamdulillah banyak teangga yang ikut membantu: ada tetangga yang mengusahakan tenda dan kursi, bahkan ikut membantu memasang hingga malam hari; ketua RT 001 yang menyediakan kipas dengan evaporatornya, pemilik kavling kosong sebelah rumah yang sudah mengizinkan untuk digunakan, tetangga yang sudah memberikan daya listrik tambahan untuk empat buah kipas yang masing-masing perlu sekitar dua ratus watt, selain itu juga pada tetangga saya dokter spesialis anak dan seorang dokter spesialis lainnya yang sudah memberikan third dan fourth opinion. Tetangga saya ini tidak bersedia untuk dibayar setelah berkonsultasi, walaupun kami telah memakai waktu prakteknya, dan juga bantuan teman-teman yang lain.


Saat acara syukuran Aby menerima banyak kado dan amplop dari para tamu. Kami membuka bersama bingkisan-bingkisan tersebut. Di dalam kado dan amplop banyak yang disertai do’a – alhamdulillah -. Diantaranya ada satu buah surat dari teman yang dilipat rapi dan ditulis tangan:

Kepada Ytc.
Ananda Aby
Di-
Rumah

Semoga Ananda dikaruniai Allah SWT kecerdasan, kepandaian dan kemudahan dalam belajar sehingga tercapai yang ananda cita-citakan.

Ananda dapat menjadi penyejuk hati dan pendingin mata orang tua ...
Ananda menjadi anak yang shaleh yang bermanfaat bagi keluarga, agama, bangsa dan negara. Amiin

Saya sangat berterima kasih pada semua yang telah ikut membantu dan mendo’akan putra kami. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan balasan dengan yang lebih baik dan lebih banyak lagi. Amiiin

18 Agustus 2006

17 Agustus-an di RW 06

Acara tujuh belasan tahun ini di RW 06 alhamdulillah sudah selesai. Sebelumnya sempat dibicarakan apakah akan ada atau tidaknya karena tahun lalu di RW 06 tidak diadakan. Selain itu susunan kepanitiaan telah mengalami beberapa kali ‘metamorfosa’ karena terjadi beberapa kali pergantian fungsi panitia, seperti gaya permainan total football :) Tetapi mudah-mudahan saja tetap kompak …

Pernah ada usulan untuk mengadakan rangaian acara ini di akhir bulan Agustus 2006, dengan pertimbangan tanggal 17 Agustus tahun ini ada liburan panjang beriringan dengan peringatan Isra’ Miraj, sehingga diduga akan banyak warga yang berlibur sehingga acaranya menjadi kurang meriah. Tapi hasil keputusan rapat rangkaian acara dilakukan sebelum tanggal 17 Agustus.

Rapat-rapat untuk acara 17 ini dilakukan pada malam hari. Untuk pembahasan acara lomba kadang terasa sangat rinci. Contohnya saat merancang acara mengisi Teka Teki Silang untuk kelompok anak 11 sampai 12 tahun dibicarakan siapa saja yang memegang stopwatch, bagaimana cara melaporkannya bila sudah selesai, mengukur waktunya pakai jam tangan atau hand phone, bagaimana menumpuk lembar jawabannya agar ketahuan siapa yang lebih dahulu dst. Contoh yang lain adalah saat merancang lomba gaple/domino untuk bapak-bapak : apakah berpasangan atau individual, untuk balak pakai skor 200 atau 100, apakah perlu kocok ulang bila ada peserta yang jumlah balak-nya terlalu banyak dst. Rapat berlangsung hingga sekitar jam setengah sebelas malam di taman kompleks yang beratapkan langit… peserta rapat juga ada sekitar enam ibu-ibu sebagai pelaksana lomba yang ikut merasakan tiupan angin malam :( Namun kenyataannya pada saat lomba, banyak improvisasi yang dilakukan sesuai kondisi di lapangan :)

Bila diingat kalau acara 17-an bertujuan untuk meningkatan kebersamaan dan keikutsertaan warga …mudah-mudahan rapat-rapat yang dilakukan pada malam hari dan pelaksanaannya adalah perwujudan dari tujuan itu, bukan semata kelancaran acara 17 Agustusan-nya. Amiin.

9 Agustus 2006

Tukang Foto Bayaran





Pada acara pernikahan keponakan saya bulan lalu, saya sempat merangkap jadi juru foto amatir. Pada acara tersebut ada juga disewa juru foto Cikarang yang penampilannya tidak kalah dengan juru foto profesional kota besar. Peralatannya dua buah kamera film Canon dan Nikon dan dilengkapi beberapa lensa, diantaranya bermerek Sigma. Saat melakukan persiapan, semua ‘persenjataan’ digelar di meja dan penanganan peralatan ini saya lihat sangatlah ‘cuek’ – beberapa lensa dibuka tutupnya tanpa khawatir terkena debu, selain itu filter pelindung lensa dibersihkan memakai taplak meja! He he he … Tukang foto ini membanggakan perlengkapan pencahayaannya, memang untuk acara pernikahan di desa, perabotan lampunya tergolong canggih. Ada beberapa lampu yang dipasang dan menyiapkan baterai/aki untuk sumber listrik… sayang saya belum sempat mengetahui hasil fotonya…

Atraksi yang unik saat tukang foto mengambil gambar, karena lampu kilat yang digunakan lumayan berat, tangan kanan memegang kamera dan shutter sementara lampu kilat ditopang oleh pundak kiri … Juru foto ini juga menyiapkan seorang teman sebagai pengatur gaya ... hmm bukan main.


Kebun Teh Malabar Pengalengan

Tea Corner Malabar

Saat liburan sekolah lalu, atas permintaan istri, kami sekeluarga menyempatkan diri berkunjung ke perkebunan teh Malabar di Pengalengan. Istri pernah bermalam di sini lebih dari 10 tahun yang lalu. Dari Soreang lokasinya sekitar 2 jam perjalan mobil ke arah Selatan, jalannya berliku-liku dan kualitas aspalnya bagus. Kemacetan hanya ditemui di pasar yang dilalui.

Kebun tehnya sangat luas, sepertinya lebih luas dari kebun teh yang ada di Puncak atau Ciwidey. Agak berbeda dengan harapan saya, hawa di kebun teh Malabar terasa tidak terlalu sejuk. Istri sempat bernostalgia ke tempat-tempat yang dulu pernah disinggahi. Gedung-gedungnya banyak yang masih belum berubah. Kami sempatkan mampir ke Tea Corner. Gedung yang sepertinya buatan jaman Belanda. Di dalam kedai teh ini ada perapian dan cerobong asap, mungkin dulu udara di sini sangat dingin. Kami memesan teh hijau, bayangan saya akan disajikan dengan teko dan cangkir, ternyata tehnya disajikan dengan gelas minum yang lebih besar dari gelas teh ‘Mpok Ame :) Saya menduga bila kami adalah satu-satunya pengunjung di hari itu, dalam perjalan pulang kami melewati Tea corner tersebut, terlihat masih sepi juga padahal hari Minggu …

Daerah kebun teh Malabar sangat enak buat jogging, jalannya berbukit bukit. Bila ke sana pagi hari saat matahari terbit mungkin suasana-nya lebih nyaman …

Liburan di Ciwidey


Kami sekeluarga baru pertama kalinya mengunjungi Ciwidey, daerah pegunungan di Selatan Bandung. Perjalanan ke sana terasa lebih nyaman bila dibandingkan dengan pergi ke daerah Puncak. Jalannya lancar dan pemandangannya lebih asri.
Disana sekeluarga menginap selama dua malam di kediaman Kang TJ, tempat yang sejuk …brrr dingin dan pemandangan yang bagus. Terima kasih kang TJ!
Kami berkunjung ke beberapa obyek wisata seperti danau Situ Patengang, kolam air hangat Walini, Kawah Putih, penangkaran rusa Ranca Upas dan sewaktu pulang sempat ke kebun strawberry untuk memetik buahnya …

Kang TJ mengatakan bila ingin menikmati alam Ciwidey, inilah saatnya karena pembangunan yang berlangsung cepat di sana: rumah dan villa baru, sehingga dikhawatirkan tidak terkendali seperti daerah Puncak sekarang. Di kejauhan sudah ada tiang-tiang listrik tegangan tinggi yang didirikan, katanya sebentar lagi kabel listriknya akan melintasi perkebunan Ciwidey …

Khutbah Jum’ah di Warung Lobak

Foto diambil dengan lensa pinjaman dari Cupi
Setelah keluar pintu tol Kopo, perjalanan ke Ciwidey untuk sementara berhenti karena waktu Jum’at telah tiba. Kami memilih Masjid Baitul Amanah di Warung Lobak. Masjid ini terletak di tepi jalan raya , ada tempat parkir yang teduh di pertigaan menuju Soreang.
Masjidnya lumayan bersih, waktu mengambil air wudhu terasa sejuk dan pasti berbeda dengan air wudhu Serpong atau Jakarta.

Saya tidak tahu nama khatibnya, orangnya berusia sudah agak lanjut. Khutbahnya disampaikan dalam bahasa Indonesia. Khutbahnya mengutip surah Al-Qashash: 77:

1) Raihlah kebahagian kampung akhirat.
2) Jangan melupakan nasib di dunia
3) berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu
4) Jangan berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak suka pada orang yang berbuat kerusakan.

Kematian


Diakhir Juni lalu, saya sempat melayat bekas tetangga saya yang berpulang ke rahmatullah. Bekas tetangga saya ini meninggal dalam usia 39 tahun yang sebelumnya terkena serangan tekanan darah tinggi dan stroke. Saya tidak sempat menyaksikan jenazahnya dishalatkan dan dikebumikan. Keluarganya merasa kepergiannya sangat mendadak, karena sebelumnya baik-baik saja. Ya Allah berikanlah maghfirah dan rahmah-Mu padanya … amiin.

Tiga pekan lalu, usia shalat Jum’at di sebuah masjid di daerah Cikarang, saya sempat ikut menyalatkan jenazah seorang ibu yang meninggal dalam usia 34 tahun. Almarhumah meninggalkan suami dan dua orang anak. Dari pembicaraan dengan warga sekitar, diketahui bila almarhumah meninggal dalam kesulitan ekonomi karena usaha keluarganya sedang menurun. Karena perilakunya sebelum meninggal yang tidak biasa dan menjadi pendiam, tetangga dan keluarganya menduga hal tersebut disebabkan oleh stress. Saat keadaan mulai parah, almarhumah sempat dibawa ke klinik dan dari hasil scan ternyata ada kanker di otak yang sudah memasuki tahapan akut dan tidak lama kemudian beliau menghembuskan nafas yang terakhir. Terasa kejam sekali penilaian orang-orang di sekitar beliau saat almarhumah menjalani penderitaannya, karena prasangka buruk dan kesulitan ekonomi, almarhumah tidak segera dibawa ke rumah sakit besar. Mudah-mudahan sebelum meninggal almarhumah termasuk dalam orang-orang yang sabar dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi cobaan-Nya. Amiin.

Saat prosesi sholat jenazah almarhumah, ketua DKM masjid menyampaikan bahwa kematian merupakan nasihat untuk yang masih hidup. Jenazah yang diam terbaring di muka seolah mengatakan pada orang lain bahwa semua yang saat ini masih hidup pasti akan melalui kematian. Nasihat untuk manusia yang sering terlupa …

Ya Allah …aku mohon ampunan dan petunjuk-Mu …..amiin.

Kartu Undangan Pernikahan


Di awal Juli 2006 lalu, kami sekeluarga menghadiri walimah pernikahan di daerah Halim. Ada yang menarik di kartu undangannya. Dulu pernah populer di Jakarta ada kata-kata seperti : Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, kami tidak menerima bingkisan berupa barang atau bunga… ada juga yang lebih modern yang pernah saya lihat : ada icon seperti di komputer : kotak kado dan rangkaian bunga dicoret, tetapi icon uang ok :)
Hal yang menarik di kartu undangan pernikahan di awal Juli lalu tersebut, ada permohonan doa yang ditulis dengan kata-kata bagus yang saya belum pernah melihatnya:

Andaikan …
Bapak/Ibu/Saudara/i berhalangan hadir, sungguh kami memaklumi. Hanya saja kami mohon keikhlasan Bapak/Ibu/Saudara/i sejenak seusai menunaikan shalat, berkenan mendoakan putra dan putri kami agar senantiasa mendapat Ridho Allah SWT untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah warrahmah, Amiin.

…yang diharapkan adalah keikhlasan untuk mendoakan kedua mempelai.
Saya juga mengharapkan keikhlasan doa para pembaca agar saya senantiasa mendapat ampunan dan ridho-Nya. Amiin

Ciri- ciri Orang yang bertaqwa - Khutbah Jum'ah Pak Muz


Sudah hampir dua bulan tidak ada tulisan yang terbit, karena beberapa pekan ini banyak kegiatan di luar (ngeles :) ), berikut ini kumpulan catatannya …

Jum’at kemarin (31 Juni 2006) khatib yang sudah dijadwalkan oleh pengurus musholla MM berhalangan hadir, kemudian Pak Muzamil bertindak sebagai khatib pengganti. Dalam ceramahnya Pak Muz menyampaikan bila kriteria orang bertaqwa disebutkan di tiga tempat dalam Al-Qur’an dan para hadirin diharapkan untuk memeriksanya kembali di rumah.

Al Baqarah (2) : 1 -5
Al Baqarah (2) : 177
Ali ‘Imran (3) : 130 -136

Deskripsinya sangat rinci. Mudah-mudahan Allah SWT menolong diri ini untuk menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Amiin

24 Juni 2006

Oh Timor Leste


Krisis politik sampai hari ini di Timor Leste mengungkapkan bila negara kecil itu tidak menjadi lebih makmur setelah merdeka . Salah satu pemicu permasalahan yang memanas di sana adalah ketika ratusan tentara diberhentikan karena alasan-alasan tertentu, ada beberapa versi alasan yang saya tangkap: karena tentara-tentara tersebut berasal dari bagian barat Timor Leste atau karena mereka tidak profesional, ada pula yang mengatakan bila krisis politik tersebut timbul karena Xanana sebelumnya telah mengatakan bila dia tidak bersedia dipilih lagi untuk Pemilu yang akan datang, sehingga elite politik di Timor Leste saling berebut pengaruh dan kekuatan. Hmm …politik dikenal dengan intrik-intrik yang kadang orang awam tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dibalik suatu peristiwa …tapi yang terlihat, paling tidak di layar televisi dan koran, antrian penduduk yang sangat panjang untuk memperoleh bahan makanan, pembakaran rumah-rumah penduduk dan penjarahan kantor pemerintah, ada foto dramatis di koran, seorang penduduk yang memanggul sendirian filing cabinet! Karena simpang siurnya berita, ada tuduhan bila pemerintah Indonesia terlibat dengan alasan untuk menghilangkan bukti-bukti kejahatan perang. Isu ini kemudian dibantah oleh pemerintahan Timor Leste dan Australia. :)

Dua pekan yang lalu saya makan siang bersama seorang bapak di suatu desa yang jauh dari Jakarta. Bapak tersebut berusia sekitar 65 tahunan, bapak ini mengatakan bila kasus di Timor Leste ini ada miripnya dengan suasana setelah Indonesia merdeka. Saya kagum dengan beliau yang masih mengikuti perkembangan berita manca negara, kekaguman saya yang pertama, bapak ini bukan berlatar belakang militer atau pejabat pemerintahan, bapak ini pernah jadi guru madrasah kemudian berhenti selanjutnya menjadi pengemudi kendaraan dinas untuk beberapa tahun saja. Sebagian besar usia beliau dihabiskan dengan bekerja bermacam-macam termasuk membantu usaha istrinya. Kekaguman saya yang kedua adalah saat beliau berpendapat bila masalah di Timor Leste ada persamaannya dengan Indonesia dulu. Berikut ini kurang lebih pendapat beliau: Setelah Indonesia merdeka, masih ada beberapa pertempuran. Perlawanan pejuang Indonesia, yang kalau tidak salah disebut clash ke dua ini, melibatkan banyak unsur-unsur masyarakat yang juga telah bertempur saat melawan pendudukan Jepang. Setelah perang selesai, pemerintahan Indonesia ingin membentuk tentara yang lebih profesional, dan membubarkan BKR dan TKR ( kalau ndak salah Barisan Keamanan Rakyat dan Tentara Keamanan Rakyat). Hanya sedikit sekali orang-orang yang diambil menjadi tentara oleh negara Indonesia, karena sebagian besar pejuang adalah orang yang buta huruf atau kurang berpendidikan atau memang tidak berminat menjadi tentara. Bapak yang makan siang bersama saya, mengatakan kurang lebih,’waktu perang yang dibutuhkan hanya orang-orang yang berani tanpa memandang persyaratan yang lain’. Pembubaran BKR/TKR menimbulkan beberapa akibat yang negatif, diantaranya orang-orang yang kecewa, kurang punya keahlian dan berpikiran singkat menjadi ‘preman’ bersenjata. Mereka merampok dan membakar pasar. Mereka mengambil harta dari pedagang-pedagang yang dianggap pernah berpihak kepada Belanda. Bapak ini menambahkan bila selain itu banyak pejuang yang setelah menunaikan tugasnya kembali menjadi pengajar di pesantren atau madrasah, contohnya KH Nur Ali Bekasi atau kembali menjadi petani dan pedagang.

Mungkin kuncinya adalah keikhlasan …wallahu’alam.

11 Juni 2006

What is your deepest fear ?

Tahun lalu buddy saya di kantor minta tolong dicarikan DVD “Coach Carter”. Waktu itu saya juga belum pernah menyaksikan filem tersebut. Filem yang dibintangi oleh Samuel L. Jackson berkisah tentang seorang pelatih basket di sekolah lanjutan di kota kecil Richmond. Coach Carter harus melatih murid-murid dari kawasan kumuh yang akrab dengan kebodohan dan kriminalitas.

Ada satu pertanyaan yang diucapkan berulang-ulang oleh Coach Carter pada satu pemainnya yang bengal bernama Cruz., “What is Your Deepest Fear ?” tanpa memberikan penjelasan lanjutannya. Pada adegan yang lain Cruz akhirnya mampu menjawab dengan kutipan yang terkenal sebagai bagian pidato Nelson Mandela saat pertama kali dilantik yang menjadi simbol kemenangan perjuangan atas rezim apartheid. Ada yang mengatakan bila bagian pidato Nelson Mandela tersebut diambil dari sebuah buku. Mungkin karenanya di filem tersebut, asal-usul kalimat jawaban Cruz atas pertanyaan Coach Carter tidak disebutkan. Walau demikian, kenyataannya Nelson Mandela telah membacanya saat berpidato di tahun 1994…yang menurut saya mengandung pesan universal tentang karunia Tuhan YME yang diberikan tidak hanya untuk sebagian umat manusia, tetapi kepada semua ummat manusia yang harus disyukuri… wallahu’alam


Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure.
It is our Light, not our darkness, that most frightens us.
We ask ourselves, who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?
Actually, who are you not to be?
You are a child of God. Your playing small doesn't serve the world.
There's nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you.
We were born to make manifest the Glory of God that is within us.
It's not just in some of us; it's in everyone.
And as we let our own Light shine, we unconsciously give other people permission to do the same.
As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.